Daerah -- Pemerintah Kabupaten Solok bergerak cepat menindaklanjuti kondisi jalan terban yang terjadi di Nagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kamis (22/1/2026). Mewakili Bupati Solok, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan lapangan sekaligus membahas langkah penanganan darurat guna mengantisipasi terputusnya akses transportasi masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati Solok didampingi Dandim 0309/Solok Letkol Inf Sugeng Riyadi. Turut hadir Wali Nagari Sariak Alahan Tigo, Wali Nagari Sungai Abu, Camat Hiliran Gumanti, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok Effia Vivi Fortuna, S.T., M.M., Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Solok Drs. Asril, M.M., serta Anggota DPRD Kabupaten Solok Drh. Basrizal.
Wakil Bupati Solok H. Candra menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut sebelumnya telah dilakukan penimbunan sebagai langkah penanganan sementara. Namun, timbunan yang ada terus mengalami penurunan sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani secara tepat.
“Jalan ini sudah ditimbun, tetapi timbunan tersebut terus mengalami penurunan. Kondisi ini tentu berisiko apabila tidak segera dilakukan penanganan yang lebih permanen,” ujar Wabup Candra di lokasi peninjauan.
Sementara itu, Wali Nagari Sariak Alahan Tigo menjelaskan bahwa pergerakan tanah di lokasi kejadian mencapai kurang lebih 30 meter dari ujung ke ujung. Kondisi tersebut membuat ruas jalan sangat rawan untuk dilalui kendaraan, terutama saat curah hujan tinggi.
Anggota DPRD Kabupaten Solok Drh. Basrizal menambahkan bahwa di wilayah tersebut sebenarnya telah tersedia jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Gumanti dan menghubungkan Jorong Pinti Kayu dengan Jorong Taratak Teleng. Namun, jembatan tersebut hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan bermotor roda dua, sehingga belum dapat mengakomodasi kendaraan roda empat.
“Kondisi ini tentu menyulitkan masyarakat, karena kendaraan roda empat tidak dapat melintas,” ungkap Basrizal.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Solok menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok membawa langsung Kepala Dinas PUPR beserta tim teknis untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap kondisi lapangan. Salah satu opsi penanganan yang dibahas adalah pembangunan jembatan Bailey sebagai solusi sementara agar akses masyarakat tetap terjaga.
Selain itu, Wabup Candra juga membuka kemungkinan alternatif penanganan teknis lainnya, dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran dan kondisi lapangan.
“Apabila biaya pengecoran dinilai terlalu besar, kita akan mengkaji masukan dari DPRD, yakni memanfaatkan material dari bukit di seberang jalan terban. Ke depan, jalan ini juga perlu dilengkapi dengan saluran drainase agar aliran air tidak memperparah kondisi longsor,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk segera mengambil langkah penanganan yang terukur dan berkelanjutan, demi keselamatan serta kelancaran aktivitas masyarakat. Koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan agar penanganan jalan terban di wilayah tersebut dapat segera direalisasikan secara efektif.
