Notification

×

Iklan

Iklan

Beranda

Tag Terpopuler

Bupati Solok dan DPR RI Tinjau Progres Jalan Nasional Alahan Panjang–Surian

Jumat, Januari 23, 2026 | 09.03 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-26T02:06:58Z

 


Aia DinginBupati Solok DR. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, S.E., meninjau langsung progres pembangunan akses Jalan Nasional Alahan Panjang–Surian pada Jumat (23/1/2026) di Nagari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.


Peninjauan tersebut turut dihadiri Asisten II Setda Kabupaten Solok Jefrizal, Kasatker PJN Wilayah II Sumatera Barat Masudi, PPK 2.5 BPJN Sumbar Nofvandro, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok Effia Vivi Fortuna, Kasatpol PP dan Damkar Asril, Camat Lembah Gumanti Andi Syofiani, serta Wali Nagari Air Dingin.


Dalam peninjauan lapangan itu, dibahas progres sekaligus sejumlah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan jalan nasional tersebut. Proyek yang kontraknya dimulai sejak 16 Desember 2025 itu masih menghadapi persoalan pembebasan lahan, mengingat banyaknya permukiman warga yang berada di sepanjang ruas jalan.


Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 297 rumah warga berada di sepanjang sisi jalan yang terdampak dan perlu direlokasi agar pelebaran jalan dapat memenuhi standar jalan nasional.


Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tersebut memiliki dampak strategis bagi peningkatan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap masyarakat dapat memahami pentingnya proyek tersebut untuk kepentingan bersama.


“Masyarakat tentu memahami, karena dengan pembangunan jalan ini kampung dan lingkungan mereka akan menjadi lebih baik. Yang terpenting, komunikasi dengan masyarakat harus terus dilakukan,” ujar Andre Rosiade.

 

Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok akan menindaklanjuti persoalan pembebasan lahan secara intensif bersama seluruh pihak terkait.


“Persoalan ini akan kami tindak lanjuti secara serius bersama Dinas PUPR, camat, dan jajaran terkait lainnya. Kami juga akan turun langsung untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat,” jelas Bupati.

 

Bupati juga menjelaskan bahwa pada akhir tahun 2025, pemerintah daerah masih menghadapi keterbatasan kondisi keuangan sehingga belum memungkinkan untuk melakukan pembayaran ganti rugi lahan dan rumah warga yang terdampak pembangunan jalan nasional tersebut.


“Memasuki awal tahun 2026, kondisi keuangan daerah sudah kembali membaik. Insyaallah, dalam waktu satu bulan ke depan proses ini dapat kita selesaikan,” tambahnya.

 

Di akhir peninjauan, Bupati Solok berharap dukungan penuh dari masyarakat agar pembangunan Jalan Nasional Alahan Panjang–Surian dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kepentingan jangka panjang daerah.


“Pembangunan ini dilakukan demi kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, kami sangat mengharapkan dukungan masyarakat, khususnya yang berada di sepanjang ruas jalan nasional yang akan dibangun,” pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update