![]() |
| Doc Istimewa : Diskominfo Kab. Solok |
Daerah -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Solok memperkuat sinergi pembangunan daerah dengan menargetkan Kabupaten Solok sebagai destinasi wisata berkelas internasional. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan strategis yang dipimpin Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Dr. Zefnihan, A.P., M.Si, di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Sumbar, Jumat (23/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Zefnihan menegaskan bahwa pengembangan destinasi wisata berstandar global membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan dan tidak dapat dijalankan secara parsial. Ia menyebutkan, perencanaan pengembangan destinasi unggulan Sumatera Barat telah dirintis sejak 2013–2014 dan perlu terus diperkuat melalui kerja sama yang berkelanjutan.
“Kabupaten tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan provinsi. Sumatera Barat dibangun untuk kabupaten, dan kabupaten juga berkontribusi untuk kemajuan Sumatera Barat,” ujar Zefnihan.
Sementara itu, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., yang hadir mewakili Bupati Solok, didampingi Kepala Bapelitbang Nafri serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Marcos Sophan beserta jajaran, menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Solok dalam mendukung pengembangan destinasi wisata berkelas dunia. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tetap bertumpu pada sektor pertanian dan pariwisata sebagai kekuatan utama ekonomi lokal.
Menurut Wabup, sekitar 56,2 persen masyarakat Kabupaten Solok berprofesi sebagai petani, sehingga penguatan sektor pertanian tetap menjadi fondasi pembangunan daerah yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
Ia juga mengungkapkan bahwa kawasan Gunung Talang menjadi salah satu prioritas pengembangan. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar dengan panorama lima danau, jalur pendakian yang relatif aman, serta peluang untuk dikembangkan sebagai kawasan geopark. Pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan akses melalui Bukik Bulek yang berfungsi sebagai jalur mitigasi bencana sekaligus pengungkit ekonomi masyarakat sekitar.
Selain itu, penyelesaian proyek fly over Sitinjau Lauik diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan arus kunjungan wisata menuju Kabupaten Solok. Upaya tersebut akan didukung dengan rencana pembangunan rest area representatif serta infrastruktur penunjang pariwisata lainnya.
Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan perencanaan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Solok berharap daerah tersebut dapat berkembang menjadi geopark baru di Sumatera Barat serta destinasi wisata berkelas internasional yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. (*)
