TANAH DATAR – Curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Tanah Datar memicu meluapnya sejumlah sungai dan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta genangan di kawasan permukiman warga.
Berdasarkan data Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Padang, Stasiun Lintau Buo mencatat curah hujan mencapai 215 milimeter per hari pada 12 Mei 2026. Intensitas hujan yang tinggi tersebut menyebabkan kapasitas beberapa aliran sungai tidak mampu menampung debit air.
Selain faktor cuaca ekstrem, kondisi sedimentasi dan penyempitan alur sungai disebut turut memperparah luapan air di sejumlah titik.
Adapun sungai yang dilaporkan meluap antara lain Batang Tampo, Batang Piubuh, Batang Kawai, Batang Buo, Batang Sangi, Batang Parik, Batang Lindan, Batang Sibingka, Batang Selo, Batang Batuang, Batang Silambiak, Batang Arau, Batang Pangian, Batang Atar, serta Batang Baburai.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 107 rumah warga terdampak genangan. Selain itu, saluran Irigasi Bandar Batang Sangi II dilaporkan putus sepanjang 60 meter yang berdampak terhadap sekitar 700 hektare lahan pertanian.
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur jalan kabupaten dengan kondisi amblas sepanjang kurang lebih 35 meter.
Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, Naryo Widodo, mengatakan pihaknya langsung melakukan langkah penanganan darurat pascakejadian banjir. Selasa, (19/05/2026)
“Curah hujan harian di Stasiun Lintau Buo mencapai 215 milimeter per hari dan masuk kategori hujan ekstrem sehingga mengakibatkan beberapa sungai meluap,” ujar Naryo Widodo.
Ia menjelaskan, sedimentasi dan penyempitan alur sungai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kapasitas sungai berkurang saat debit air meningkat secara signifikan.
Menurutnya, BWSS V Padang telah memobilisasi tiga unit alat berat untuk mendukung penanganan darurat di lokasi terdampak.
“Kami juga menurunkan material bronjong kawat dan melakukan mobilisasi pipa HDPE diameter 400 milimeter untuk mendukung percepatan penanganan di lapangan,” katanya.
Naryo Widodo menambahkan, pihak BWSS V Padang bersama Kepala SNVT PJSA IAKR dan tim teknis telah meninjau langsung lokasi terdampak banjir pada Selasa (19/05).
“Koordinasi intensif bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus dilakukan agar langkah penanganan pascabanjir dapat berjalan cepat dan efektif,” tambahnya.
Saat ini, proses penanganan darurat masih berlangsung guna memulihkan fungsi infrastruktur dan meminimalisir dampak lanjutan terhadap masyarakat terdampak. (Rid)
