Kabupaten Solok — Pemerintah Kabupaten Solok melaksanakan rapat koordinasi persiapan gotong royong (goro) bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, yang direncanakan berlangsung pada Jumat (30/1/2026) di Banda Tangah, tepatnya di perbatasan Nagari Muaro Pingai dan Nagari Paninggahan.
Rapat koordinasi yang digelar di lokasi kegiatan pada Kamis (29/1/2026) tersebut membahas kesiapan personel, peralatan, serta teknis pelaksanaan gotong royong yang diperkirakan akan melibatkan sekitar 2.500 peserta. Peserta goro terdiri dari unsur Pemerintah Kabupaten Solok, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan aparatur sipil negara (ASN) dari masing-masing OPD, serta pelajar SMA dari sekolah yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Rapat dipimpin oleh Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., yang hadir mewakili Bupati Solok, didampingi kepala OPD teknis terkait. Turut hadir Camat Junjung Sirih Neni Amelia beserta jajaran, Camat Singkarak Chrismon Darma beserta jajaran, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Solok Raya Riko Fernanda beserta jajaran, para wali nagari, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Solok H. Candra menegaskan bahwa kegiatan gotong royong ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan persoalan yang selama ini dihadapi para petani, khususnya hambatan berupa kayu dan material lainnya yang menutupi hamparan sawah.
“Kegiatan goro ini diharapkan dapat membersihkan sisa material yang menghambat lahan pertanian, sehingga saat bantuan rehabilitasi sawah terdampak dari Kementerian Pertanian mulai dikerjakan, proses pelaksanaannya dapat berjalan lancar tanpa kendala di lapangan,” ujar Wabup.
Dalam rapat tersebut juga disampaikan kesiapan tiga unit alat berat yang akan diturunkan dan ditempatkan di beberapa titik strategis, termasuk di sepanjang pinggir danau serta di sisi kanan dan kiri jalan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ditunjuk sebagai leading sector yang akan berkolaborasi dengan OPD terkait dalam pengaturan titik gotong royong dan penggunaan alat berat.
Selain alat berat, turut disiapkan 14 unit chainsaw (sinso), empat unit dump truk—masing-masing dua unit dari DLH dan dua unit dari Dinas Pekerjaan Umum (PU)—serta peralatan pendukung lainnya. Wakil Bupati Solok juga secara langsung menghubungi Kepala Dinas PU untuk memastikan dukungan tambahan alat berat dan kesiapan armada dump truk selama kegiatan berlangsung.
“Untuk DLH agar menyiapkan kebutuhan bahan bakar untuk lima unit sinso, sementara BPBD akan menanggung kebutuhan bahan bakar untuk sinso lainnya. Mengingat kondisi lokasi yang banyak mengandung pasir, juga disiapkan peralatan manual seperti sekop, gerobak, dan cangkul guna mendukung kelancaran gotong royong,” jelas Wabup.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Solok turut berkoordinasi dengan perwakilan BNPB, Purnomo, untuk meminta dukungan tambahan berupa satu unit alat berat. Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan akan segera menyiapkan surat resmi peminjaman alat tersebut guna mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan gotong royong bersama.
Dengan persiapan yang matang serta kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Solok optimistis kegiatan gotong royong bersama Gubernur Sumatera Barat ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata, khususnya bagi para petani di wilayah terdampak.(*)
