-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Beranda

Tag Terpopuler

Pulihkan 4.876 UMKM Terdampak Bencana, Kementerian UMKM Luncurkan Klinik Minang Bangkit

Sabtu, Januari 24, 2026 | 08.40 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-26T01:57:09Z

 

Doc Istimewa : Diskominfo Kab. Solok 


Daerah -- Pemerintah Pusat melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana melalui peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit, Jumat (23/1/2026).

Klinik UMKM Minang Bangkit diresmikan oleh Wakil Menteri UMKM RI Helvi Moraza, didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat. Turut hadir perwakilan pemerintah kabupaten/kota, termasuk Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., yang hadir mewakili Bupati Solok.

Wamen UMKM RI Helvi Moraza menjelaskan bahwa Klinik UMKM Minang Bangkit merupakan program strategis Kementerian UMKM RI yang dirancang untuk mempercepat pemulihan pelaku UMKM di daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.

“Program Klinik UMKM Minang Bangkit ini kita inisiasi untuk mempercepat pemulihan UMKM pascabencana yang melanda Sumatera Barat. Dengan pendekatan terpadu, kami menargetkan UMKM tidak hanya pulih, tetapi juga mampu tumbuh dan naik kelas. Fase pemulihan ini merupakan tahap paling krusial untuk membangkitkan kembali UMKM sebagai penopang utama ekonomi masyarakat,” ujar Helvi Moraza.

Senada dengan itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit sangat relevan dengan kondisi masyarakat Sumatera Barat yang masih berada dalam masa pemulihan pascabencana.

“Kami optimistis Klinik UMKM Minang Bangkit dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Insyaallah, program ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Mahyeldi.

Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memastikan UMKM kembali bangkit dan mampu meningkatkan daya saing. Menurutnya, Klinik UMKM Minang Bangkit tidak hanya berfungsi sebagai wadah konsultasi usaha, tetapi juga menjadi pusat penguatan dan kebangkitan ekonomi rakyat.

“Mari kita hidupkan kembali usaha kita, bangkitkan ekonomi nagari, dan buktikan bahwa masyarakat Minangkabau mampu melewati setiap tantangan. Klinik UMKM Minang Bangkit harus menjadi wadah bagi UMKM agar lebih kuat, siap, dan berdaya saing,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI Siti Azizah menyampaikan bahwa jumlah UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat mencapai 4.876 UMKM yang tersebar di 12 kabupaten/kota. Ia menjelaskan bahwa Klinik UMKM Minang Bangkit menyediakan tiga layanan utama, yakni akses pembiayaan, belanja produk lokal, dan layanan produksi, yang dijalankan melalui sinergi dengan berbagai mitra.

“Kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi daerah secara berkelanjutan, sejalan dengan arahan Presiden RI agar pemerintah pusat dan daerah bersinergi dalam penanganan pascabencana,” jelas Siti Azizah.

Pemprov Sumatera Barat bersama Kementerian UMKM RI juga terus melakukan pemetaan UMKM terdampak secara bertahap. Data tersebut akan disinkronkan dengan pemerintah pusat, perbankan, serta lembaga terkait agar program bantuan dan pemulihan dapat berjalan tepat sasaran.

Selain dukungan pembiayaan, pelaku UMKM juga akan memperoleh pendampingan manajemen usaha, bantuan pemasaran, penguatan digitalisasi dan legalitas usaha, hingga peningkatan kapasitas produksi melalui Klinik UMKM Minang Bangkit. Untuk mendukung layanan pembiayaan, Kementerian UMKM menggandeng berbagai pihak, termasuk perbankan, lembaga keuangan nonbank, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I. menyampaikan bahwa sejumlah nagari di Kabupaten Solok terdampak bencana cukup parah, di antaranya Nagari Paninggahan, Muaro Pingai, Saniangbaka, Koto Baru, dan Salayo.

“Dengan adanya program Klinik UMKM Minang Bangkit, kami optimistis UMKM di Kabupaten Solok yang terdampak bencana dapat segera dipulihkan. Kami juga meminta OPD terkait untuk intens berkoordinasi dengan Dinas UMKM Provinsi Sumatera Barat agar penanganannya dapat dilakukan secepat mungkin,” ujar Wabup.

Ia menambahkan, sesuai arahan Wakil Menteri UMKM RI, Pemerintah Kabupaten Solok menargetkan pemulihan UMKM terdampak dapat direalisasikan dalam tahun ini.

×
Berita Terbaru Update