-->

Notification

×

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Iklan

Advertisement

Beranda

Tag Terpopuler

Resmi! Asep Ade Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen Pol, Agus Flores Bantah Isu Pergantian Kapolda

Jumat, Mei 15, 2026 | 14.28 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-15T08:15:36Z

 



Jakarta, 15 Mei 2026 – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Counter Polri, Agus Rugiarto Astrodiarjo atau Agus Flores, menyampaikan klarifikasi terkait informasi kenaikan pangkat di tubuh Polri sekaligus meluruskan isu yang beredar di sejumlah media.


Agus Flores menjelaskan bahwa Perkumpulan Wartawan Fast Respon Counter Polri merupakan organisasi yang telah diakui negara dan memiliki legal standing yang jelas, sebagaimana termaktub dalam Lembaran Negara Nomor 100 Tahun 2022.


“Organisasi kami sudah memiliki dasar hukum yang jelas dan diakui negara. Karena itu, kami merasa perlu menyampaikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujar Agus dalam keterangannya kepada media.


Ia menegaskan bahwa kenaikan pangkat Asep Ade Suheri menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) telah ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/POLRI/TAHUN 2026 tertanggal 13 Mei 2026.


“Ini bukan isu atau spekulasi. Kenaikan pangkat tersebut sudah berdasarkan keputusan resmi Presiden. Jadi tidak perlu ditafsirkan berbeda,” tegasnya.


Menurut Agus, kenaikan pangkat tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan organisasi Polri, khususnya dalam memperkuat peran strategis di ibu kota negara.


“Penempatan dan kenaikan pangkat ini tentu sudah melalui pertimbangan matang. Tujuannya untuk memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Indonesia, khususnya di pusat pemerintahan,” katanya.


Lebih lanjut, Agus juga membantah keras adanya isu pergantian Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya yang sempat diberitakan sejumlah media.


“Saya tegaskan, tidak ada pergantian Kapolda Metro seperti yang diberitakan. Informasi itu tidak benar dan berpotensi menyesatkan publik,” ujarnya.


Ia menilai informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta mengganggu situasi kamtibmas.


“Media harus lebih berhati-hati. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru memperkeruh suasana. Verifikasi adalah kunci dalam menjaga kredibilitas,” tambahnya.


Agus juga mengajak seluruh insan pers untuk tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi.


“Kami berharap rekan-rekan media tetap mengedepankan akurasi, berimbang, dan tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya,” pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update