PADANG — Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. M. Djamil Padang memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan selama periode libur Hari Raya Idulfitri dan cuti bersama, meskipun dengan sejumlah penyesuaian jadwal layanan.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan pihak rumah sakit telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal selama masa libur Lebaran. Jumat, (13/03/2026) di Aula RSUP M.Djamil Padang
“Selama libur Lebaran dan cuti bersama, RSUP M. Djamil tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun memang ada beberapa penyesuaian pada layanan tertentu,” ujar Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam konferensi pers bersama awak media di Padang.
Ia menjelaskan, layanan poliklinik rawat jalan akan tetap dibuka pada beberapa hari selama masa libur, yakni 14, 19, 22, dan 24 Maret. Sementara pada 21 dan 22 Maret, pelayanan pasien akan dialihkan melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Menurutnya, pasien peserta BPJS Kesehatan yang ingin berobat ke poliklinik diwajibkan membawa surat rujukan sesuai prosedur yang berlaku. Sedangkan pasien yang datang tanpa rujukan akan dilayani sebagai pasien umum dengan tarif sesuai ketentuan rumah sakit.
“Untuk pasien BPJS tetap harus membawa surat rujukan. Jika pasien datang tanpa rujukan, maka akan dilayani sebagai pasien umum dengan tarif yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Selain itu, sejumlah layanan utama dipastikan tetap beroperasi 24 jam, terutama Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus darurat. Layanan hemodialisa bagi pasien gagal ginjal serta kemoterapi bagi pasien kanker juga tetap berjalan selama libur Lebaran dan cuti bersama.
RSUP Dr. M. Djamil juga memastikan layanan tindakan operasi darurat tetap dilakukan selama masa libur. Namun, untuk operasi elektif atau tindakan terjadwal, sementara waktu tidak dilaksanakan selama periode cuti bersama.
Lebih lanjut, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyebut pihak rumah sakit juga telah mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus darurat selama arus mudik dan balik Lebaran, seperti kecelakaan lalu lintas maupun penyakit akut.
“Momentum Lebaran biasanya diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, sehingga potensi kasus darurat seperti kecelakaan lalu lintas juga perlu diantisipasi. Kami sudah menyiapkan pelayanan agar tetap bisa memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat menjalani Lebaran dengan aman dan sehat tanpa mengalami kendala kesehatan.
“Kita tentu berharap tidak ada peningkatan kasus darurat selama Lebaran. Namun jika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan, RSUP M. Djamil siap memberikan pelayanan terbaik,” tutupnya.
Pelayanan rumah sakit dijadwalkan akan kembali normal pada 25 Maret sesuai dengan jadwal kerja reguler.
Konferensi pers tersebut juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit untuk menyosialisasikan informasi pelayanan kepada masyarakat melalui media serta memperkuat sinergi antara rumah sakit dan insan pers dalam penyampaian informasi publik.
