![]() |
| Foto : Gedung Rsup M.Djamil Padang |
Bimantaranews.online, Padang-- Manajemen RSUP Dr. M. Djamil Padang memberikan penjelasan resmi terkait pemberitaan dugaan kelalaian medis atas wafatnya pasien balita berinisial “A” (14 bulan) yang sebelumnya dirawat akibat luka bakar.
Melalui keterangan tertulis, pihak rumah sakit menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga pasien serta menegaskan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas publik.
Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promkes, Rizki Rasyidi, mengatakan manajemen telah melakukan dua kali pertemuan dengan pihak keluarga, termasuk menghadirkan tim medis, guna mendengarkan langsung keluhan dan melakukan mediasi secara tertutup.
“Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses pelayanan terdapat hal yang dirasakan belum sesuai harapan keluarga,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Secara medis, pasien diketahui pertama kali dirujuk ke IGD pada 26 Maret 2026 dengan luka bakar akibat air panas seluas 23 persen. Kondisi tersebut tergolong kritis pada usia balita dan berisiko tinggi terhadap komplikasi.
Selama perawatan, tim dokter multidisiplin telah melakukan penanganan intensif. Namun, kondisi pasien terus mengalami penurunan hingga dinyatakan meninggal dunia pada 3 April 2026 di ruang perawatan intensif.
Menanggapi perhatian publik, manajemen rumah sakit juga telah membentuk Tim Audit Investigasi Internal yang melibatkan unsur komite medik, keperawatan, etik, mutu, serta medikolegal. Audit dilakukan untuk memastikan seluruh tindakan medis telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan kode etik profesi.
Pihak rumah sakit menegaskan tidak akan menutupi fakta serta siap mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran.
Selain itu, RSUP juga menyatakan menghormati proses hukum yang tengah berjalan terkait somasi dari pihak keluarga, serta mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil investigasi secara objektif dan berdasarkan fakta.
Manajemen menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (Red)
