![]() |
| Irjen Pol. Andry Wibowo, S.I.K.,M.H.,M.Si |
JAKARTA ----- Nama Andry Wibowo mungkin tidak selalu tampil di garis depan. Namun, perwira tinggi Polri tersebut disebut memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai gerakan yang bertujuan menjaga marwah Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Sejumlah sumber menyebutkan, Andry Wibowo dikenal sebagai sosok yang konsisten bekerja “di balik layar”, termasuk dalam memberikan dukungan terhadap berbagai aktivitas yang dilakukan Agus Flores dalam mengawal citra dan soliditas institusi kepolisian.
Dukungan tersebut disebut telah berlangsung lintas periode kepemimpinan Kapolri, mulai dari era Tito Karnavian, kemudian Idham Azis, hingga saat ini di bawah kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo. Konsistensi tersebut dinilai mencerminkan komitmen dalam menjaga stabilitas internal dan citra Polri di tengah dinamika publik.
Selain itu, perwira kelahiran Yogyakarta tersebut juga diketahui memiliki pengalaman dalam penanganan konflik sosial. Salah satu kiprahnya adalah keterlibatan dalam membantu penyelesaian konflik antarkelompok masyarakat di Sulawesi Tengah. Pengalaman tersebut dinilai memperkuat pendekatan humanis yang dipadukan dengan ketegasan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Dalam berbagai kesempatan, Andry Wibowo juga menyampaikan pesan kepada jajaran kepolisian agar tetap profesional dan tidak gentar dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan, termasuk premanisme dan praktik mafia. Ia menekankan pentingnya integritas serta komitmen aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas.
“Kalau darah sudah Merah Putih, tetap Merah Putih,” ujarnya dalam salah satu kesempatan, menegaskan pentingnya loyalitas dan semangat nasionalisme dalam tubuh Polri.
Pandangan tersebut dinilai menjadi refleksi dari upaya menjaga kehormatan institusi Bhayangkara. Dengan peran yang relatif senyap namun strategis, Andry Wibowo disebut sebagai salah satu figur yang turut berkontribusi dalam memperkuat internal Polri di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. (Red)
