JAKARTA – Kisah hidup Agus Flores menjadi contoh nyata bagaimana lingkungan dapat membentuk karakter dan jalan hidup seseorang. Dari seorang anak yang kerap sakit-sakitan, ia tumbuh menjadi sosok yang dikenal tangguh dan berdedikasi dalam menjaga kelestarian hutan.
Sejak kecil, Agus Flores tidak dikenal sebagai pribadi yang kuat secara fisik. Ia sering mengalami gangguan kesehatan yang membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu dalam kondisi lemah. Namun, perubahan besar terjadi ketika sang kakek, Andrias Ade pensiunan anggota kepolisian mengajaknya hidup lebih dekat dengan alam.
Alih-alih menjalani pengobatan medis secara intensif, Agus justru dibawa masuk ke kawasan hutan. Di sana, ia diperkenalkan pada kehidupan alam liar, mulai dari berburu hingga bertahan hidup di tengah kondisi yang keras.
Lingkungan hutan yang awalnya terasa asing perlahan menjadi tempat yang membentuk ketahanan fisik dan mentalnya. Dalam berbagai kesempatan, Agus mengungkapkan bahwa justru di tengah alam, kondisi tubuhnya berangsur membaik.
“Di kampung saya sakit, di hutan saya justru merasa hidup,” ungkap Agus.
Pengalaman tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Hutan bukan lagi sekadar tempat, melainkan menjadi bagian dari identitas dirinya. Kedekatan yang kuat dengan alam bahkan membuatnya dikenal dengan julukan “Loging”, yang merepresentasikan keterikatannya dengan kehidupan rimba.
Meski sempat merasakan kehidupan modern dan mengenyam pendidikan tinggi, Agus mengaku tidak pernah benar-benar lepas dari panggilan alam. Lingkungan perkotaan, dengan segala fasilitasnya, tidak mampu menggantikan ikatan emosional yang telah terbangun sejak kecil dengan hutan.
Baginya, hutan bukan hanya kumpulan pepohonan, melainkan sumber kehidupan yang memiliki nilai historis dan emosional yang mendalam. Hal ini pula yang mendorongnya untuk bersikap tegas terhadap segala bentuk perusakan lingkungan.
“Kalau ada yang merusak hutan, saya tidak bisa tinggal diam,” tegasnya.
Komitmen tersebut menjadikan Agus Flores sebagai salah satu sosok yang konsisten menyuarakan pentingnya pelestarian lingkungan. Ia memandang bahwa menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlangsungan hidup generasi mendatang.
Kisah Agus Flores menunjukkan bahwa alam tidak hanya menjadi sumber daya untuk dimanfaatkan, tetapi juga ruang yang mampu membentuk, menyembuhkan, dan memberikan arah hidup. Dari pengalaman hidupnya, lahir semangat untuk terus berdiri di garis depan dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.
